|
|
Tancap Terus Pantang Surut
Dalam urusan seks, ada hal selain ejakulasi dini dan impoten yang layak ditakutkan. Salah satunya: Dispareunia.
Ahmad Suhendi
Bicara soal pelumas, lebih baik menggunakan pelumas dengan pelarut air, karena pelumas dengan pelarut minyak cenderung akan membuat vagina kering
SEGALA hal yang dibicarakan orang tentang nikmatnya malam pertama nampaknya menjadi tanda tanya besar bagi David. Semenjak menikah, belum pernah sekalipun ia menikmati apa yang diistilahkan oleh kaum lelaki sebagai surga dunia tersebut. Kini, ketika usia pernikahannya hampir menginjak usia 1 tahun, tidak ada yang berubah. Setiap ia mencoba melakukannya, rasa sakit kerap menyerang, mulai dari penis, hingga ke bagian-bagian lain di sekitar kelaminnya. Kalaupun ia memaksa melakukannya, itu semata-mata hanya karena tidak ingin membuat pasangan yang begitu ia cintai kecewa.
Secara diam-diam, David pun akhirnya mencoba mengunjungi dokter untuk mempertanyakan kondisinya tersebut. Hasilnya, baru diketahui kalau ternyata bukan hanya David yang menderita hal tersebut. Masih banyak pria-pria lain yang ternyata mengalami gejala yang didalam dunia kedokteran disebut dengan dyspareunia ini. Apakah itu?
Dispareunia merupakan istilah kedokteran yang berarti nyeri pada alat kelamin atau di dalam panggul, baik pada pria maupun wanita yang terjadi selama koitus (hubungan seksual). Menurut H.winter Griffith, MD (Alm), dari University of Arizona College, yang juga penulis buku-buku tentang taknik pengobatan, nyeri tersebut biasa timbul pada saat koitus, pertama kali koitus, saat di pertengahan, ketika orgasme, ataupun ketika selesai koitus.
Sudah barang tentu, istilah ini sangat perlu dihindari karena bisa menjungkirbalikkan makna seks yang seharusnya memberikan sensasi kenikmatan surga dunia menjadi neraka. Meski pria dengan Dispareunia tetap dapat melakukan hubungan seksual, tentunya hubungan seksual yang terjadi tidak dapat berjalan maksimal akibat rasa nyeri yang berlebih. Jika hal ini terus dibiarkan, dapat terjadi akibat lebih buruk pada fungsi seksual seperti ejakulasi dini dan disfungsi ereksi.
Fisik dan psikis
Secara garis besar, Dispareunia ini disebabkan oleh dua faktor, yaitu fisik dan psikis. Pada wanita banyak hal yang menyebabkan dispareunia. Khususnya pada mereka yang belum pernah melakukan hubungan seksual, lipatan selaput (hymen, selaput dara) bisa menutup jalan masuk ke vagina, sebagian atau seluruhnya. Sehingga penembusan oleh penis saat hubungan seksual yang pertama bisa merobek selaput dara ini dan menyebabkan nyeri.
- 13 penyebab dysparenia pada wanita (dimasukin terpisah di boks tengah):
1 Adanya luka lecet di daerah kemaluan dan pelumasan vagina yang kurang (biasanya karena foreplay yang kurang;
- Infeksi atau peradangan pada kelenjar di daerah kemaluan (kelanjar Bartholin atau kelenjar Skene);
- Kondom atau diafragma yang tidak terpasang dengan benar atau reaksi alergi terhadap busa atau jeli kontrasepsi;
- Kelainan bawaan, misalnya selaput dara yang kaku atau pembentukan dinding vagina yang abnormal;
- Kekurangan estrogen, yang biasanya terjadi setelah menopause, menyebabkan kekeringan dan penipisan dinding vagina;
- Pembedahan untuk memperbaiki jaringan yang robek setelah melahirkan atau pembedahan lainnya yang menyebabkan penyempitan vagina;
- Peradangan dan infeksi vagina (vaginitis);
- Infeksi leher rahim, rahim atau saluran telur;
- Endometriosis, yaitu adanya suatu jaringan endometrium di luar rahim, misalnya disaluran telur, indung telur, diantara dinding belakang rahim dan anus;
- Tumor panggul;
- Perlekatan (jaringan fibrosa) yang terbentuk setelah penyakit panggul atau pembedahan;
- Terapi radiasi untuk kanker yang biasanya menyebabkan perubahan dalam jaringan.
- Sedangkan faktor psikis yang bisa menjadi penyebab dari kelainan ini adalah: Kecemasan dan ketakutan terhadap hubungan seksual serta kemarahan atau perasaan jijik terhadap mitra seksualnya.
Pada pria, penyebab dispareunia umumnya meliputi peradangan atau infeksi pada penis, prepusium, testis, uretra atau kelenjar prostat. Infeksi tersebut tidak bisa dibiarkan berlangsung lama, karena bisa menimbulkan gejala lain seperti luka, bengkak, kencing sakit dan bernanah, atau sperma berdarah. Tidak sedikit pula pria yang mengeluh sakit ketika melakukan hubungan seksual akibat tergesek oleh alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) pasangannya. Ada juga yang diakibatkan oleh penggunaan kondom, dimana terjadi rangsangan zat kimia pada kondom atau pergeseran kondom. Penggunaan obat anti-depresi tertentu (misalanya amoksapin, imipramin dan klomipramin) juga bisa menyebabkan nyeri pada pria ketika mencapai orgasme.
Masalah psikososial juga bisa menimbulkan dispareunia pada laki-laki. Hampir semua masalah psikososial yang menyebabkan dispareunia pada perempuan juga berlaku untuk laki-laki. Seperti seseorang yang dibesarkan dengan anggapan bahwa seks adalah salah. Adanya pengalaman seksual yang menyakitkan serta faktor pribadi seperti kecemasan, tidak siap mengadapi kehamilan pasangannya, atau takut terhadap penolakan bisa menutup respon seksual dan menyebabkan rasa sakit. Konflik dalam keluarga, perasaan memusuhi atau dimusuhi pasangan, ketidakpercayaan, komunikasi yang buruk dan kehilangan daya tarik kepada pasangan juga bisa menjadi penyebab timbulnya masalah disparuenia
Segera Atasi
Untuk mengatasi dispareunia, diperlukan langkah yang cepat dan tepat agar tidak berefek pada hal-hal lain yang lebih parah. Berikut beberapa tip yang perlu anda lakukan agar kehidupan seksual Anda bisa bergelora kembali:
- Diagnosa
Riwayat yang lengkap dan pemeriksaan panggul bisa membantu menentukan apakah penyebabnya adalah masalah fisik atau masalah psikis. Penting juga untuk tidak melakukan hubungan seksual selama masalah ini masih belum teratasi.
- Konseling seksual
Ditujukan bagi dispareunia yang diakibatkan oleh gangguan psikis. Menghilangkan hambatan berupa rasa cemas berlebih terhadap seks.
- Obat-obatan
Untuk mengatasi infeksi tentu diberikan obat anti infeksi yang sesuai dengan jenis infeksinya. Bila di perlukan, kadang-kadang diberikan juga obat untuk menghilangkan rasa sakit.
Untuk wanita, nyeri dan kejang otot bisa dicegah dengan mengoleskan pelumas sebayak mungkin sebelum melakukan hubungan seksual. Atau, bisa juga dengan menggunakan salep anestetik untuk mengurangi nyeri.
Bicara s oal pelumas, lebih baik menggunakan pelumas dengan pelarut air, karena pelumas dengan pelarut minyak cenderung akan membuat vagina kering dan juga bisa merusak kondom dan diafragma.
Wanita yang telah memasuki masa menopause bisa menggunakan krim estrogen atau pil estrogen untuk meningkatkan pelumasan vagina dan mengatasi efek penipisan dinding vagina. Infeksi dan peradangan vagina diatasi dengan obat yang sesuai.
Jika vulva bengkak dan nyeri, bisa dikompres dengan perban yang telah dibasahi dengan larutan alumunium asetat. Jika memang diperlukan, lakukan hal-hal berikut ini dengan segera. Yaitu mengangkat kista atau abses, membuka selaput dara yang kaku dan memperbaiki kelainan anatomi.
Lakukan saja, dengan cinta!
Begitu semua metode pengobatan telah selesai dilakukan, pekerjaan selanjutnya adalah bagaimana membakar kembali gelora asmara yang sempat pupus dan memanggil lagi kenikmatan surgawi tersebut.
1. Lakukan persiapan yang tepat dengan berbagai peralatan dan perlengkapan yang diperlukan secukupnya. Pilih tempat yang nyaman, bersih, tidak bau, tidak kotor dan enak suasananya.
2. Lakukan pemanasan sebelum berhubungan. Baik pria dan wanita sama-sama harus berada dalam keadaan terangsang untuk dapat memulai penetrasi. Pastikan wanita telah basah sehingga tidak akan terasa sakit saat dilakukan serangan. Gunakan jari-jemari, lidah, rambut, kaki, dan sebagainya untuk mendukung upaya anda untuk merangsang si dia.
3. Lakukan dengan perlahan dan santai. Jangan langsung tancap gas hanya untuk mengejar orgasme. Nikmati saat-saat penetrasi dilaksanakan. Lakukan berbagai posisi dan cara untuk memuaskan pasangan. Pada awal permainan adalah pilihan yang baik untuk memberikan wanita posisi di atas agar cepat medapatkan orgasme.
4. Hindari pembicaraan serius saat hubungan seks yang dapat menurunkan nafsu birahi lawan main Anda. Katakan kata-kata manja, nakal atau bahkan kotor jika memang itu dapat meningkatkan rangsangan ke lawan sepermainan anda. Matikan ponsel jika perlu agar kegiatan pribadi Anda tidak terganggu oleh pihak lain.
5. Setelah pria ejakulasi, jangan langsung beranjak pergi meninggalkan pasangan anda. Berikan usapan-usapan mesra, pelukan dan ciuman hangat, dan lain sebagainya sebagai rasa sayang Anda pada pasangan Anda. Jika sempat mandilah bersama-sama untuk meningkatkan kualitas hubungan Anda dengan suami atau istri Anda. Apa? Anda berdua terangsang kembali? Tunggu apa lagi? Just do it!
Sumber : HealthyLife Magazine

